Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Spesial Waisak : “Skandal penemuan Abu dan Tulang belulang Sang Buddha”

Penemuan Makan Sang Buddha dan Skandal Arkeolog yang mengikutinya

84

Apakah permata, tulang dan abu yang ditemukan di  India pada tahun 1898 merupakan tempat peristirahatan terakhir Sang Buddha ?

 Atau apakah itu semua hanya tipuan yang sudah diatur ?

 

Adalah Willie Peppe, seorang manajer perkebunan Kolonial, memerintahkan pekerja menggali di sebuah bukit misterius di Piprahwa, India Utara, pada 1898, pada saat itu mereka hanya melihat sebuah tumpukan batu bata dan dia tidak tahu apa yang telah mereka temukan. Akhirnya pada beberapa minggu proses penggalian terungkap bahwa terdapat sebuah kubah batu bata besar dan didalamnya terdapat sebuah sorkafagus.

Perhiasan yang ditemukan di Guci Sang Budha bersama Abu dan Tulang Fragmen

Ini adalah penemuan arkeologi  paling luar biasa di India. Letaknya 20 kaki di bawah permukaan gundukan tanah yang sangat luas, penutupnya saja  beratnya hingga seperempat ton. Ketika mereka mengangkat tutupnya, mereka menemukan 5 toples batu, dan lebih dari 1000 perhiasan yang terpisah, bersama dengan benda-benda emas dan perak yang bentuknya unik. Namun tidak Peppe tidak begitu memperhatikan bahwa pada saat itu terdapat fragmen-fragmen tulang bercampur  abu.

Makam Sang Buddha di Piprahwa

Yang menjadi  penemuan ini  terbukti lebih luar biasa adalah bahwa terdapat salah satu guci yang bertuliskan huruf india kuno ( sansekerta)  di leher  salah satu guci itu dan kemudian diterjemahkan oleh para ahli, kemudian hal itu mengungkapkan bahwa abu dan fragmen tulang tersebut adalah milik Sang Buddha sendiri, yang dikubur oleh ‘marga’ nya sendhiri, yaitu para Sakya.

Namun keragu-raguan dan skandal mengikuti atas penemuan yang luar biasa ini yang telah temukan selama lebih dari 100 tahun. Salah satu dari arkeolog yang terlibat  dalam penggalian, adalah seorang arkeolog Jerman Dr. Anton Fuhrer, Anton Fuhrer  adaalah arkeolog senior dianggap bermasalah karena banyak kasus skandal penemuan arkeologi di India pada saat itu. Anton Fuhrer dianggap telah menjual palsu Peninggalan Buddha kepada seorang bhikkhu Birma. dia telah memalsukan laporan dan yang paling  terburuk dari semua itu bahwa  ia telah memalsukan prasasti  India yang berkualitas. Pemerintah Inggris akhirnya mengambil keputusan untuk memusnahkan semua penemuan dari Fuhrer ini. Namun abu dan fragmen tulang sang Buddha ini adalah  penemuan yang luar biasa sehingga perlu sekali untuk diselamatkan. Sebelum tulang belulang dan abu tersebut dimusnahkan, penemuan ini segera diamankan dan pada saat itu fragmen dan abu tersebut diberikan  Raja Siam (Thailand saat ini) , Raja Siam dianggap penganut Buddha yang taat dan memiliki kekuasaan untuk melindungi penemuan yang luar bisa ini.

Anton Fuhrer , Arkeolog India dari Jerman

Skandal ini terus memanas dan menyisakan banyak sekali . Rumor keterlibatan Fuhrer yang beredar saat itu adalah apakah Fuhrer diam-diam mengambil skrip atau  Apakah dia kemudian telah menambahkan benda-benda tersebut ke peti atau bisa saja apakah dia bersekongkol dengan Willie Peppe, atau bahkan dengan arkeolog-arkelog lainnya juga?

Namun yang paling penting prasasti tersebut juga ia palsukan ?

 

Sejarawan terkenal, Charles Allen, penulis 25 buku di India, memutuskan untuk menyelesaikan misteri penemuan ini sekali lagi untuk selamanya. Dia mengunjungi situs tersebut di India Utara, dan juga reruntuhan Rumah Burung, di mana Peppe pernah hidup. Dan kemudian  Dia bertemu Neil Peppe (cucu dari Willie Peppe yang membuat temuan itu). Neil melihat langsung  dari beberapa perhiasan yang luar biasa ini yang bercampur dengan abu dan fragmen tulang ketika ditemukan. Di Museum India Calcutta, Charles Allen bertemu dengan ahli terkemuka yang sangat paham tentang Prasasti India kuno , adalah Profesor Harry Falk dari Berlin. Dan Falk telah memeriksa tulisan vitalnya. Jadi apa Keputusan Falk mengenai Prasasti tersebut ?

Prasati Buddha

Jawaban Falk penemuan ini Asli. Falk memahami bahasa India Kuno die telah mempelajari selama 40 tahun seluruh bahasa India.

Namun misteri lain sekarang muncul. Pot and prasasti tidak mungkin berasal dari saat Sang Buddha, Bangunan ini pasti  dibuat setidaknya 150 tahun setelah kematian Buddha. Pertanyaan yang masuk akal.

Marga Sakya dengan sangat jelas mengatakan bahwa Abu dan bagian-bagian kecil dari tulang Sang Buddha mereka menguburkan diatas sebuah tanah bukan dalam bangunan dan sarkofagus yang besar. Dan kemudian spekulasi yang muncul bahwa wadah dan abu ini telah dipindahkan oleh seorang yang sangat berkuasa pada saat itu, karna monumen sebesar itu hanya bisa diperintahkan seorang Raja yang besar.

Dalam mencari jawaban,Charles Allen menuju ke jantung India, dan satu arsitektur paling luar biasa di negara ini situs, Sanchi. Dengan  ukiran setinggi 25 kaki teways dan stupa besar, itu adalah salah satu dari ‘keajaiban dari dunia, kata Allen.Siapakah  Pria yang membangunnya , maka jawabannya adalah  Raja Ashoka, Ashoka adalah Raja pertama yang mengkonversi India dengan agama Buddha, dan mengubah bangsa dengan bangunan stupa yang besar.

Harry Falk , Arkeolog dari Musium Calcuta

Dia menggunakan naskah pertama India, Tulisan tulisan Sang Buddha  untuk disebarkan ke seluruh dunia. Ashoka memugar kembali makan Buddha di Piprahwa yang bertahan hingga lebih dari 2000 tahun.

Pada tahun 1970, Arkeolog terus melakukan penelitian dan menemukan banyak sekali bukti bahwa makan ini dibangun Ashoka hingga saat ini menjadi peristirahatan Terakhir dari Sang Buddha.

Sumber : National Geographic

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

two × five =