Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Polres Bongkar Pembalakan Hutan di Sandai

10

KETAPANG – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang berhasil menggerebek pembalakan hutan secara liar di Kecamatan Sandai, 7 November lalu. Ribuan batang kayu yang telah diolah tersebut berhasil diamankan. Saat ini polisi baru menetapkan satu tersangka, SU, warga Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Bekuk Pemilik Sawmill tanpa Izin

KETAPANG – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang berhasil menggerebek pembalakan hutan secara liar di Kecamatan Sandai, 7 November lalu. Ribuan batang kayu yang telah diolah tersebut berhasil diamankan. Saat ini polisi baru menetapkan satu tersangka, SU, warga Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kepala Polres (Kapolres) Ketapang melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim), AKP Putra Pratama, menjelaskan jika aksi pembalakan hutan tersebut dilakukan secara perorangan. Pelakunya, menurut dia, menebang pohon dalam kawasan hutan tanpa memiliki izin yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang.

“Pelaku melanggar peraturan sebagaimana dimaksud dalam pasal 82 ayat (1) huruf b Jo pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” kata Putra, sapaan karibnya, kemarin (14/11).

Penggerebekan dilakukan mereka pada Senin (7/11) sekitar pukul 17.30 WIB. Lokasi pembalakan ini, diakui dia, terbilang sangat jauh dari jangkauan aparat. “Tempat kejadian perkara itu cukup jauh. Tepatnya Desa Bayur, Kecamatan Sandai. Dari pusat ibukota kecamatan sekitar 3,5 jam jalan darat,” jelas Putra.

Dalam kasus ini, polisi baru menetapkan satu orang tersangka, SU, yang merupakan pemilik sawmill. Selain menetapkan tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya tiga buah piringan gergaji yang digunakan untuk membelah kayu. Sementara ribuan kayu yang sudah ditebang dan diolah dengan berbagai jenis dan ukuran. “Untuk jumlah masih dalam penghitungan. Yang sudah berhasil dipindahkan ke Polsek Sandai sebanyak 1.051 batang. Proses pemindahan masih terus dilakukan. Kami terkendala jalan yang rusak berat dan cuaca hujan,” paparnya.

Polisi juga meminta keterangan dari beberapa saksi, untuk mendalami kasus ilegal logging ini. “Untuk para pekerja saat ini masih kami jadikan saksi. Karena mereka juga tidak tahu. Mereka hanya menjalankan perintah,” ujar Putra.

Lebih lanjut Putra menjelaskan kronologis kejadian dan penangkapan tersebut. Pada Minggu (6/11) sekitar pukul 12.00 WIB, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kegiatan penebangan kayu di kawasan hutan. Tidak hanya itu, aktivitas pengolahan kayu ilegal tersebut, menurut dia, juga dilakukan di dalam hutan, tepatnya di Desa Bayur Kecamatan Sandai. “Berdasarkan informasi yang kita dapat, kegiatan ilegal logging ini sudah berlangsung sekitar dua bulan,” jelasnya.

Pada Senin (7/11) sekitar pukul 17.30 WIB, mereka pun melakukan pengecekan ke lokasi oleh beberapa anggota kepolisian. Ternyata benar, di dalam hutan mereka mendapati kegiatan penebangan kayu dan sawmill ilegal yang sedang beroperasi dengan jumlah pekerja sebanyak 22 orang.

“Sawmill tersebut tidak dilengkapi izin sama sekali. Kemudian dua orang pengawas pekerja dibawa ke Polres Ketapang dan barang bukti dibawa ke Polsek Sandai, untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan mereka terhadap kedua saksi, didapati jika pemilik sawmill ilegal tersebut adalah SU. “Berdasarkan hasil gelar perkara sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan saat ini tersangka masih belum dilakukan penahanan,” lanjutnya.

Kemarin (14/11), penyidik Polres Ketapang dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Ketapang pun melakukan pengukuran, penghitungan, dan penatausahaan barang bukti hasil hutan kayu, serta pengecekan tempat kejadian perkara. “Kami masih akan terus mendalami kasus ini termasuk siapa saja yang terlibat di dalamnya,” pungkas putra. (afi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

eleven − six =