Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Panasnya Islam dalam Pilpres 2019

Wujud Pilpres 2019 Mulai Terlihat dari Balik Bayang-Bayang Islam Garis Keras

28

Siapa yang akan berlaga dalam Pilpres 2019 sudah jelas. Calon-calonnya sama seperti pemilihan presiden terakhir, Jokowi vs Prabowo. Lantas dalam kampanye nanti, isu apa yang akan digoreng? Sebelumnya isu agama dan ras kencang digunakan dalam kampanye pemilihan, seperti yang terjadi dalam pemilihan gubernur Jakarta tahun lalu, yang akhirnya membuat mantan gubernur dipenjara dengan tuduhan penistaan agama.

 

Oleh: Joe Cochrane (The New York Times)

Pemilihan presiden Indonesia tahun depan (Pilpres 2019) akan menjadi pengulangan dari Pilpres tahun 2014 yang penuh dengan perdebatan, dan para analis khawatir akan terjadi lagi kampanye kotor dan seruan terhadap intoleransi sektarian yang menodai pemilihan itu.

Pada hari Jumat (10/8), Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo dan lawannya di Pilpres 2014, mantan jenderal angkatan darat Prabowo Subianto, keduanya mengajukan dokumen yang menyatakan niat mereka untuk mencalonkan diri dalam pemilu April mendatang. Hari itu adalah batas waktu bagi para kandidat untuk mendaftar, dan selain Jokowi dan Prabowo, tidak ada lagi yang mendaftar.

Ini akan menjadi pemilihan presiden langsung keempat di Indonesia sejak era demokrasi negara itu dimulai pada tahun 1998, setelah jatuhnya Suharto, presiden otoriter yang memerintah selama berpuluh-puluh tahun.

Analis politik Indonesia mengatakan mereka khawatir pemilu kali ini akan tercemar oleh kampanye media sosial seperti yang terjadi pada 2014, yang menuduh bahwa Jokowi merupakan seorang dengan keturunan China dan beragama Kristen. (Dia adalah seorang Muslim keturunan Jawa.) Komunitas keturunan China, yang kecil namun berpengaruh, dibenci oleh banyak orang Indonesia, dan telah mengalami penganiayaan dan diskriminasi yang disponsori negara di masa lalu.

Seorang sekutu terkenal Jokowi yang beragama Kristen, mantan gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang merupakan keturunan China, dipenjara karena penistaan ​​agama tahun lalu setelah kelompok-kelompok Islam garis keras melancarkan kampanye protes terhadapnya.

Kelompok-kelompok itu―beberapa di antaranya bersekutu dengan partai oposisi Gerindra, yang diketuai oleh Prabowo―kemungkinan akan mengubah pandangan mereka tentang presiden menjelang pemilu, kata beberapa analis.

“Mereka pasti akan mencari-cari beberapa skandal mengenai agama,” kata Stephen Sherlock, seorang profesor politik di Universitas New South Wales yang mempelajari Indonesia.

Jokowi (57 tahun) yang lahir di daerah kumuh di Provinsi Jawa Tengah dan merupakan penjual perabotan sebelum menjadi gubernur Jakarta yang populer, memenangkan kursi kepresidenan pada tahun 2014 dengan 53 persen suara, berkampanye sebagai orang dari luar dunia politik.

Di jajak pendapat yang dilakukan selama setahun terakhir ini, Jokowi telah secara konsisten memperoleh peringkat persetujuannya lebih dari 50 persen, kadang-kadang mencapai 70 persen. Dan ia secara keseluruhan dianggap telah memenuhi janji-janjinya untuk memerangi korupsi dan memperbaiki infrastruktur negara, mulai dari jalan tol besar, proyek bandara dan pelabuhan laut.

“Apa yang telah kami lakukan adalah bukti kinerja selama empat tahun―dan bukti bukan fiksi,” kata Jokowi pada hari Jumat (10/8) di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta setelah menyerahkan dokumen yang menyatakan niatnya untuk maju dalam pilpres tahun depan. “Ini adalah fondasi yang telah dibangun, yang masih perlu dihubungkan, yang masih perlu dilanjutkan.”

Jajak pendapat terbaru telah menempatkan presiden jauh di depan Prabowo, dengan selisih 15 hingga 20 poin persentase. Tetapi Ahok, yang sekarang dipenjara, dulu juga selalu unggul dalam jajak pendapat saat kampanyenya untuk terpilih kembali sebagai gubernur Jakarta, sebelum kelompok-kelompok Islam mulai benar-benar berkampanye menentangnya.

Organisasi-organisasi Islam menggunakan referensi ayat Alquran yang digunakan oleh Ahok saat berpidato, sebagai bagian dari argumennya bahwa memilih kandidat non-Muslim tidak dilarang. Kelompok-kelompok Islam menggelar demonstrasi besar di jalanan di Jakarta untuk melawan gubernur tersebut, salah satu demonstrasi di bulan November 2016 diwarnai dengan kekerasan.

Prabowo Subianto berpidato di depan para pendukungnya di Jakarta pada hari Jumat (10/8) setelah mendaftar sebagai calon presiden. Prabowo, mantan jenderal angkatan darat, kalah dalam pemilu tahun 2014 melawan Jokowi. (Foto: Reuters/Darren Whiteside)

Ahok dituduh melakukan penistaan agama dan kalah dalam pemilu putaran kedua pada April 2017 melawan Anies Baswedan, anggota partai Prabowo. Beberapa minggu kemudian, Ahok dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

 

Prabowo dan sekutu politiknya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dicurigai sebagai dalang di balik demonstrasi melawan Ahok untuk mempermalukan dan melemahkan Jokowi, tuduhan yang dibantah oleh keduanya. (Putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, juga menjadi kandidat dalam pemilihan gubernur Jakarta tersebut.)

Beberapa analis melihat kampanye melawan Ahok sebagai “gladi resik” untuk kampanye kepresidenan.

“Saya sangat khawatir,” kata Benedict Rogers, pemimpin tim Asia Timur untuk Christian Solidarity Worldwide, sebuah organisasi hak yang berbasis di Inggris. “Apakah agama akan digunakan di kampanye kali ini dan menjadi semakin berbahaya dari waktu ke waktu? Kemungkinan besar iya.”

Jokowi memilih Ma’ruf Amin, seorang ulama Islam konservatif terkemuka, sebagai pasangannya, tampaknya dengan harapan untuk menangkis serangan dari aktivis garis keras. Ma’ruf (75 tahun) adalah ketua Majelis Ulama Indonesia, organisasi ulama terbesar di negara itu, yang mendukung penuntutan Ahok.

Prabowo (66 tahun) adalah mantan menantu Suharto, almarhum diktator. Dia mencalonkan diri melawan Jokowi pada tahun 2014 dengan platform kepemimpinan yang kuat, hukum dan ketertiban, dan nasionalisme ekonomi.

“Kami berjuang untuk semua orang Indonesia tanpa memandang etnis, kelompok etnis, kelompok agama, apapun ras mereka,” kata Prabowo, Jumat (10/8) setelah mengisi dokumen kampanyenya. “Semua orang Indonesia, orang-orang kami, kami akan membela, kami akan memperjuangkan hak-hak mereka.”

Prabowo dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia selama karir militernya, termasuk pembunuhan di luar proses hukum dan penculikan aktivis pro-demokrasi pada tahun 1997 dan 1998. Dia membantah tuduhan tersebut dan tidak pernah dituduh melakukan kejahatan sehubungan dengan itu.

Selama kampanye tahun 2014, Jokowi dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia, yang dilarang pada tahun 1965 setelah upaya kudeta mereka. Ratusan ribu orang yang dituduh sebagai simpatisan komunis dibunuh oleh militer dan kelompok bersenjata di tahun-tahun berikutnya.

Beberapa analis memperkirakan pemilu tahun depan akan lebih bergantung pada isu ekonomi ketimbang sentimen keagamaan. Tingkat tahunan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5 persen―angka yang mengecewakan, bagi Indonesia―di tengah menyusutnya investasi asing dan domestik.

Kesenjangan ekonomi juga semakin merenggang sejak masa jabatan pertama Jokowi, kata Didik J. Rachbini, seorang ekonom terkemuka yang mendirikan Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan di Jakarta.

“Konsumenlah yang berkontribusi pada pertumbuhan 5 persen ini,” katanya. “Bukan karena anggaran dan bukan karena investasi. Pertumbuhan ekonomi dalam tiga tahun terakhir hampir tidak meningkat.”

 

Keterangan foto utama: Presiden Joko Widodo telah menggandeng seorang ulama konservatif, Ma’ruf Amin (kanan tengah) sebagai pasangannya dalam pemilu presiden tahun depan, tampaknya dengan harapan untuk menangkal serangan-serangan politik dari kelompok-kelompok Islam garis keras. (Foto: Reuters/Darren Whiteside)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

one + twenty =