Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Merasa Dianaktirikan, Air Bersih jadi Dambaan

12

BUNUT HILIR – Masyarakat Desa Tanjung Kapuas dan Kapuas Raya, Kecamatan Bunut Hilir, berharap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kapuas segera memasang jaringan air bersih ke wilayah mereka. Selama ini untuk keperluan MCK dan air bersih, mereka masih mengandalkan air dari Sungai Kapuas. Sementara air dari sungai tersebut sudah tercemar sehingga dipastikan tak higienis (sehat).

BUNUT HILIR – Masyarakat Desa Tanjung Kapuas dan Kapuas Raya, Kecamatan Bunut Hilir, berharap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kapuas segera memasang jaringan air bersih ke wilayah mereka. Selama ini untuk keperluan MCK dan air bersih, mereka masih mengandalkan air dari Sungai Kapuas. Sementara air dari sungai tersebut sudah tercemar sehingga dipastikan tak higienis (sehat).

 

Warga Kecamatan Tanjung Kapuas, Mawardi, mengatakan bagaimana selama ini yang merasakan pelayanan air bersih dari PDAM, khusus di Kecamatan Bunut Hilir, hanya beberapa desa. Disebutkan dia seperti Desa Bunut Hilir, Desa Bunut Tengah, dan Desa Bunut Hulu. Untuk desa lainnya, diakui dia, bahkan tidak pernah merasakan pelayanan air bersih dari PDAM. Akibatnya, masyarakat Tanjung Kapuas mau tak mau harus mengonsumsi air Kapuas secara langsung.

“Sudah bertahun-tahun PDAM itu berdiri di sini (Bunut Hilir, Red), sampai sekarang tempat kami belum teraliri jaringan pipa PDAM,” sesalnya, Minggu (4/9). Diterangkannya, padahal jarak antara Desa Tanjung Kapuas dan Desa Kapuas Raya sangat dekat dengan letak mesin PDAM yang berada di Desa Bunut Hilir. Pemisah mereka hanya dibatasi Sungai Kapuas yang lebarnya sekitar 200 meter, tetapi kenyataannya jaringan PDAM tak pernah ada.

Dia merasa adanya diskriminasi dari Pemkab Kapuas Hulu. Pasalnya dari sebelas desa yang ada di Kecamatan Bunut Hilir, hanya tiga desa saja yang mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM. Mestinya, kata dia, harus ada upaya dari Pemkab untuk mengalirkan air bersih ke desa-desa lainnya. Karena, diungkapkan dia bahwa jumlah penduduk di Desa Tanjung Kapuas dan Kapuas Raya yang belum dialiri jaringan PDAM sangat banyak.

Senada dengan Mawardi, Warga Desa Kapuas Raya Abdul Gani, mengatakan, khusus untuk desa yang belum teraliri PDAM, bila musim kemarau tiba, mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Dikarenakan jarak antara rumah penduduk di sana dengan Sungai Kapuas sangat jauh. “Kalau sudah kemarau seperti sekarang, kami harus mengangkut air menggunakan ember atau galon ke sungai,” bebernya.

Sementara, sambung dia lagi, warga harus menempuh jalan menanjak dengan jarak sekitar 150 – 200 meter, untuk mendapatkan air bersih. Terkadang akibat mengangkut air dengan jarak jauh tersebut, biasanya dirinya sering mengalami sakit perut dan sakit pinggang. “Air bersih sangat penting untuk keperluan sehari-hari. Kalau mencuci, mandi dan kakus kami bisa langsung ke sungai,” tuturnya.(aan)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

eighteen + 19 =