Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Lomba Sekolah Sehat Provinsi Ajang Unjuk Gigi Empat Sekolah

23

SUKADANA – Sebanyak empat sekolah mulai dari TK hingga SMA di Kabupaten Kayong Utara, mengikuti lomba sekolah sehat (LSS) tingkat Provinsi Kalbar. Keempat sekolah tersebut terpilih setelah melalui tahap penilaian tingkat Kabupaten yang dilakukan beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk lomba di tingkat Provinsi Kalbar, telah dilakukan penilaian oleh tim penilai dari Provinsi, Kamis (10/11) lalu.

SUKADANA – Sebanyak empat sekolah mulai dari TK hingga SMA di Kabupaten Kayong Utara, mengikuti lomba sekolah sehat (LSS) tingkat Provinsi Kalbar. Keempat sekolah tersebut terpilih setelah melalui tahap penilaian tingkat Kabupaten yang dilakukan beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk lomba di tingkat Provinsi Kalbar, telah dilakukan penilaian oleh tim penilai dari Provinsi, Kamis (10/11) lalu.

Adapun keempat sekolah dimaksud yakni TK Pembina Seponti, SDN 02 Teluk Batang, SMPN 02 Sukadana, dan SMAN 01 Sukadana. Selain itu, yang ikut mendampingi tim penilai LSS dari Provinsi Kalbar adalah sekretaris Daerah (Sekda) Kayong Utara, Hilaria Yusnani. Dia didampingi wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kayong Utara, Ny Rahmah Idrus, serta sejumlah staf dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat.

Sekda Hilaria Yusnani mengungkapkan bagaimana pemerintah setempat sangat menyambut baik perlombaan tersebut. Karena, menurut dia, hal ini sejalan dengan cita-cita Kayong Utara, yaitu mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sehat.

“Kegiatan lomba sekolah sehat ini, harus kita pahami sebagai upaya kita mensinergikan pembangunan sektor pendidikan dan sektor kesehatan, guna menyongsong fenomena bonus demografi di masa mendatang. Karena hal ini adalah program dan kegiatan sekolah sehat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kebiasaan hidup sehat anak usia sekolah, dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya,” terangnya.

Dengan adanya program sekolah sehat ini, Sekda berharap agar dapat dicapai penurunan angka kesakitan anak sekolah. Di samping itu, dia menambahkan, agar terjadi peningkatan kesehatan peserta didik, baik fisik, mental, dan sosial, serta agar peserta didik memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip-prinsip hidup sehat di sekolah.

Melalui lomba ini, dia berharap dapat tertanam kebiasaan hidup sehat bagi anak-anak peserta didik, yang pada gilirannya mereka mampu menerapkan prinsip-prinsip hidup sehat. Namun, diharapkan dia pula, lomba sekolah sehat ini jangan semata-mata dipahami hanya dari output-nya saja, yaitu hanya mengejar juara semata-mata. “Justru yang terpenting adalah sisi dampaknya, sehingga program sekolah sehat ini benar-benar bermanfaat untuk semua,” kata Sekda perempuan kedua di Kalbar tersebut.

Sementara itu, wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kayong Utara, Ny Rahmah Idrus, mengingatkan, dalam membangun sumber daya manusia untuk menghadapi MEA dan di era globalisasi ini, para anak muda yang memiliki daya kreatif, harus memiliki kemampuan soft skill. Kemampuan soft skill  yang dimaksudkan dia, seperti dengan adanya usaha kesehatan sekolah, sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi anak muda di zaman sekarang. “Sehingga para pemuda sekarang tidak hanya mengandalkan kemampuan hard skill seperti prestasi yang dimilikinya,” kata dia.

 Diungkapkan dia jika program sekolah sehat ini sudah lama dilaksanakan. Bahkan, kata dia, program ini sudah dimulai pada 1950-an. “Dan kita harap agar Kabupaten Kayong Utara bisa ikut serta dalam pemilihan sekolah sehat untuk di tingkat pusat,” ucapnya penuh harap.

Dijelaskan dia mengenai kriteria penilaian, di mana berdasarkan peraturan yang sudah ada, ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Antara lain, disebutkan dia, seperti UKS-nya. Selain itu, dia menambahkan, juga akan menilai tata kerapian sebuah sekolah, melihat sarana dan prasarana yang ada di sekolah.

Adapun mengenai item penilaian hal-hal yang dinilai dalam Lomba Sekolah Sehat, antara lain trias UKS dan sarana prasana sekolah, pengetahuan dan sikap peserta didik, upaya dan komitmen kepala sekolah, serta kinerja tim pembina UKS.

Trias UKS meliputi kantin sehat, jamban saniter sesuai dengan rasio jumlah peserta didik, penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun, penyediaan dan pengelolaan sampah, penyediaan sarana air bersih, kebersihan dan kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan bagi ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, ruang ibadah, ruang UKS, serta kegiatan-kegiatan terkait Trias UKS

Pengetahuan dan sikap peserta didik, meliputi pengetahuan dan sikap tentang UKS, PHBS, kesehatan reproduksi, imunisasi, penyakit menular dan tidak menular, pemberantasan sarang nyamuk, gizi seimbang, penghindaran kekerasan, dan lain-lain. Upaya dan komitmen kepala sekolah dalam meingkatkan dan melaksanakan kegiatan trias UKS di sekolah meliputi perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan-kegiatan trias UKS di sekolah, upaya pemenuhan sarana prasarana sekolah sehat, kebijakan yang mendukung pelaksanaan UKS, dan lain-lain.

Kinerja Tim Pembina UKS tingkat kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi dalam upaya mengembangkan dan membina UKS pada jenjang dan wilayah kerja, meliputi perencanaan kegiatan, koordinasi, pelaksanaan pembinaan, pembuatan kebijakan terkait pembinaan dan pelaksaan UKS, inovasi kegiatan UKS, pemantauan dan pencatatan, serta pelaporan. (dan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

twelve + 19 =