Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Kratom, Narkotika Jenis Baru

1,458

PONTIANAK – Popularitas daun purik atau kratom melambung tinggi karena harga jualnya yang tinggi. Kini, keberadaan salah satu penopang hidup baru warga Kalimantan Barat itu pun terancam setelah ditetapkan Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai narkotika jenis baru.

Perdagangan daun kratom sangat mudah ditemui secara online. Dengan memasukkan kata kunci ‘jual kratom’ di mesin pencari Google, akan ada banyak situs yang menjual daun kratom.  Baik dalam bentuk daun kering, bubuk kratom maupun olahan-olahannya.

Hanya saja, setelah Pontianak Post berusaha mengonfirmasi penjualan kratom tersebut dengan menghubungi nomor telepon yang tercantum di banyak situs tersebut, tak sedikit dari mereka yang mengaku sudah tidak berjualan. Ada juga yang takut untuk memberikan komentar tentang jual beli mereka.

Salah satu penjual kratom di Kalbar, DS, mengatakan, daun kratom sudah menjadi pendapatan tetapnya dalam beberapa tahun terakhir. Kratom menjadi pilihan bisnis karena harga jualnya yang sangat tinggi. “Kratom menjadi sangat popular. Semua konsumen kami dari luar negeri,” ujar pria yang tak mau namanya dikorankan itu.

Selama menjalankan bisnis ini, DS mengaku selalu menjual ke perusahaan farmasi luar negeri langganannya karena masih belum berani menjual kratom ke pasar domestik. Ia pun selalu menjual kratom dalam partai besar. “Sekali kirim minimal satu ton,” ungkapnya.

Keuntungan yang dia dapat pun terbilang besar karena para pembelinya tidak pernah atas nama perorangan.

Walaupun begitu, DS tidak mengetahui daun kratom kering yang diekspor tersebut akan diolah menjadi apa. Menurut pengakuan pembelinya, senyawa alkaloid di dalam kratom akan diolah menjadi campuran di dalam obat.

Untuk mengekspornya pun dia tetap membekali izin. “Kalau kami tidak punya izin kan tidak mungkin bisa kirim keluar,” ujarnya.

KRATOM: Dua perempuan merajang daun kratom di Bunut Hilir, Kapuas Hulu bebearapa waktu lalu. DOKUMEN

Menurut DS, status legalitas kratom memang masih mengambang. Tidak ada kejelasan dari pemerintah membuat dia sedikit waswas dengan usahanya. Jika saja nantinya kratom akan dilarang peredarannya, terpaksa dia akan tutup lapak dan mencari mata pencaharian lain.

Di Kalbar, daun kratom bukan barang asing. Khususnya bagi masyarakat Kapuas Hulu. Sejak beredar kabar satu kilogram daun kratom kering dihargai Rp60 ribu, sebagian masyarakat memburunya untuk dijadikan alternatif penghasilan.

Daun kratom diolah dengan cara dikeringkan dan dihaluskan. Istilah orang lokal remahan. Daun kratom yang sudah mengering kemudian diremas-remas hingga menjadi bubuk kasar. Lalu disaring, agar serat daun terpisah dengan daunnya. Sehingga menghasilkan bubuk daun kratom yang halus.

Menurut informasi, tanaman ini memiliki rasa pahit karena mengandung senyawa alkaloid. Daun kratom telah lama digunakan oleh orang-orang Thailand sebagai obat tradisional. Daunnya dapat dikonsumsi dengan cara dikunyah, dibuat menjadi teh dan diolah menjadi bubuk. Kratom memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan di antaranya, mengatasi kecanduan narkoba.

Klinik rehabilitasi sering menggunakan kratom untuk mengatasi ketergantungan terhadap obat-obatan seperti opium dan morfin. Pada tahap awal rehabilitasi biasanya dilakukan detoksifikasi, untuk mengeluarkan racun sisa opium atau morfin. Pada tahap ini akan menyebabkan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan. Pasien biasanya memiliki keinginan yang kuat untuk kembali mengkonsumsi opium atau morfin. Bubuk kratom dapat digunakan untuk menggantikan narkoba tersebut.

Menurut situs kratompowders.org daun Kratom memiliki daun dari pohon Mitragyna Speciosa ini dikenal sebagai analgesik yang efektif untuk mengurangi rasa sakit. Kratom bahkan telah diusulkan sebagai alternatif untuk resep obat penghilang rasa sakit. Kratom bekerja dengan mengaktifkan reseptor opioid di dalam tubuh seperti morfin.

Dengan mengambil dosis yang lebih kecil, kratom akan memberikan efek positif seperti menjadi mental yang lebih terjaga, adanya peningkatan konsentrasi dan kesadaran. Kratom juga memiliki efek energi yang mirip dengan minum secangkir kopi berkafein atau teh. Akan tetapi, efek yang ditimbulkan tidak digambarkan seperti gelisah atau peningkatan denyut jantung. Efek yang ditimbulkan lebih seperti energi mental. Orang melaporkan mampu berpikir dengan lebih jelas, dengan fokus yang lebih tajam.

Beberapa senyawa-senyawa yang ditemukan dalam daun kratom kering telah terbukti memiliki sifat antioksidan dan karena itu dianggap manfaat kesehatan yang signifikan. Selain itu, konsumsi kratom dapat membantu menambah serat saluran pencernaan.

Hanya saja, walaupun dikatakan sebagai suatu senyawa yang mempunyai banyak manfaat, masih ada kemungkinan kratom disalahgunakan bagi mereka yang hanya ingin mengambil efek euforianya saja. Kontroversi pun terjadi bukan hanya di Indonesia, tetapi di luar negeri sekalipun.

Sebelumnya, BNN melalui Balai Laboratorium Uji Narkoba telah menetapkan 36 jenis baru yang tersebar di Indonesia. Kratom masuk dalam daftar tersebut. Akan tetapi, Kratom belum masuk ke daftar 18 narkoba jenis baru yang telah diatur oleh Kemenkes 2014 lalu. BNN telah mendesak Kemenkes mengeluarkan regulasi tentang narkoba jenis baru itu. Dengan begitu BNN dapat segera memuat zat-zat tersebut ke dalam Undang Undang Narkotika.

Kepala BNN Pontianak, Agus Sudiman mengatakan, untuk saat ini memang belum ada perundang-undangan resmi yang mengatur status legalitas daun kratom. Pihaknya masih menunggu keputusan di pusat mengenai peraturan tersebut. Setidaknya, Kkatom sudah menjadi bakal calon zat yang dilarang peredarannya di Indonesia.

Untuk saat ini, dia masih belum melihat adanya transaksi jual beli daun kratom di Pontianak, sedang di daerah luar Pontianak ia sendiripun masih belum dapat mengonfirmasikan hal tersebut. “Jika peraturan yang melarang peredaran daun kratom telah dibuat, kami akan langsung mengonfirmasi hal tersebut lebih lanjut,” ujarnya. (mif/pah/arf)

Sumber : www.pontianakpost.co.id

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

eighteen + 16 =