Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

JK Pimpin Negosiasi Cabor

10

JAKARTA – Pemerintah masih serius dalam upaya memangkas biaya penyelanggaraan Asian Games (AG) 2018. Salah satunya yakni melalui pemangkasan jumlah cabor yang dipertandingkan. Rencananya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bakal memimpin lobi tersebut saat menjamu perwakilan OCA pekan depan.

Pemerintah Bertemu OCA Pekan Depan 

JAKARTA – Pemerintah masih serius dalam upaya memangkas biaya penyelanggaraan Asian Games (AG) 2018. Salah satunya yakni melalui pemangkasan jumlah cabor yang dipertandingkan. Rencananya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bakal memimpin lobi tersebut saat menjamu perwakilan OCA pekan depan.

Sebelumnya pemerintah sudah solid untuk mengurangi jumlah cabor hingga menjadi 36 cabor saja. Lobi tersebut sekaligus untuk mendapatkan blessing dari OCA yang selanjutnya bisa dilanjutkan kepada kontingen pesera AG 2018 lainnya.

JK yang kini menjadi ketua pengarah Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc) sudah punya banyak pertimbangan cabor yang akan diajukan pada OCA. Misalnya ada cabor yang begitu asing dan tidak pernah dimainkan orang Indonesia sudah selayaknya tidak dimainkan di AG 2018. ”Tidak tahu cara menghitung poinya. Apalagi mainnya,” ungkap JK di kantor wakil presiden kemarin (11/4).

Dia menyebutkan bahwa Indonesia punya hak untuk menentukan cabor yang secara teknis bisa menguntungkan sebagai tuan rumah. Namun demikian, tidak mengurangi kewajiban menyelenggarakan cabor olimpiade.  

”Ada berdasarkan pertimbangan regional ataupun tuan rumah. Tentu bisa ditambah selama dapat disetujui bersama dengan OCA,” imbuh dia.

Dalam pemilihan cabor, Indonesia tentu tidak akan merekomendasikan cabor yang tidak terlalu tekenal, tidak menjadi perhatian di Indonesia, dan sulit bagi atlet Indonesia untuk meraih prestasi. 

Sejauh ini sudah ada perhitungan terkait potensi Indonesia di beberapa cabor yang melibatkan kemenpora dan Satlak Prima. ”Kita akan bicarakan dengan ketua OCA nanti pada minggu depan,” jelas JK.

Sejak awal JK menghendaki jumlah cabor tidak lebih dari 36 jenis. Itu sesuai dengan cabor yang dipertandingkan di Incheon, Korea Selatan pada 2014 lalu. Patokan awal itu ditentukan agar panitia bisa lebih fokus dalam menyiapkan semua hal sebelum penyelenggaraan yang tinggal 16 bulan lagi. Sebab, bertambah satu cabor tentu juga akan bertambah penyiapan venue, akomodasi, atlet, relawan, dan keperluan lainnya.

”Karena setiap peningkatan jumlah cabor tentu menjadi tiadk fokus. Kedua biayanya makin besar. Sarananya harus dibangun baru yang kita sudah waktunya sangat mepet,” tegas dia. 

Sementara itu, Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto membenarkan rencana pertemuan tersebut. Agenda tersebut nantinya akan membahas banyak hal. Khususnya terkait pengurangan cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018 mendatang.

“Kami masih belum mendapatkan kepastian cabor, nanti Pak JK yang memimpin lobi,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, harapan pemerintah untuk bisa sukses di empat sisi, penyelenggaraan, prestasi, administrasi dan ekonomi masyarakat tetap bisa berjalan. (jun/nap)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

9 + 16 =