Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Jaringan Air Bersih Tak Berfungsi

3

Yang Lain Juga Banyak Bermasalah

SILAT HULU — Masyarakat Desa Nanga Ngeri Kecamatan Silat Hulu, Kapuas Hulu mengeluhkan tak berfungsinya jaringan air bersih yang dibangun tahun 2015. Diduga tak mengalirnya air ke rumah-rumah warga setempat karena adanya kesalahan teknis dari pengerjaan proyek tersebut. Untuk itu mereka sangat berharap ada perbaikan jaringan, agar air bisa mengalir sampai ke rumah warga.

Salah satu warga Desa Nanga Ngeri yang mengeluhkan tidak berfungsinya jaringan air bersih yang dibangun tahun 2015 dengan dana mencapai Rp900 juta itu, adalah Eeng. Dia mengatakan, sejak dibangun hingga sekarang air bersih tak pernah sampai ke rumah-rumah warga. Kalaupun ada mengalir hanya sampai depan rumah warga saja. Itupun pada saat pengerjaan proyek, kurang lebih 50 persen. “Sudah hampir dua tahun ini, jaringan air bersih di Desa Nanga Ngeri tidak berfungsi, sejak selesai dibangun hingga sekarang,” jelasnya.

Jika ada kemungkinan atau dugaan penyimpangan, dia berharap aparat penegak hukum dapat memeriksa proyek tersebut. Karena kata dia, pembangunan jaringan air bersih yang bermasalah tidak hanya di Desa Nanga Ngeri, tetapi juga di desa lainnya di Kapuas Hulu.

Menurut Eeng, pembangunan jaringan air bersih di Kapuas Hulu banyak yang gagal, termasuk di Dusun Bakong Permai, Kecamatan Bunut Hulu. Tiga tahun dianggarkan miliaran rupiah, setetes air pun tidak mengalir. Setelah tahun ke empat (4) dibangun sistem pompanisasi barulah air mengalir, itupun ala kadar. “Pembangunannya menghabis dana kurang lebih satu miliar,” jelasnya.

Kepala Desa Nanga Ngeri, Ahmad Daid mengatakan, secara kasat mata pengerjaan proyek jaringan air bersih di desanya itu, seperti tak ada penyimpangan. “Kalau kasat mata, kami orang awam kayaknya tidak ada penyimpangan. Mungkin saja, air tidak mengalir karena bron lebih rendah dari bukit yang dilewati jaringan. Karena di saat pekerjaan 50 persen bisa mengalir,” paparnya, Rabu (5/7).

Lebih lanjut Kepala Desa Nanga Ngeri dua priode ini mengaku memegang salinan bestek proyek jaringan air bersih di desanya. Dia menduga, tak mengalirnya air ke rumah-rumah warga selain bron lebih rendah dari jaringan. Ada kemungkinan gangguan pada pipa induk atau pembagian ke rumah-rumah. “Kalau bron pernah kami ukur, rendah satu meter dari bukit di hulu desa kami,” ungkap dia.

Ahmad Daid mengaku sudah menyarankan kepada pelaksana proyek agak bron ditinggikan dari bukit yang dilewati jaringan perpipaan. Namun saran tersebut tak ditanggapi. Padahal pihaknya mengukur ketinggian tersebut dengan menggunakan GPRS. Karenanya, dia menduga salah satu penyebab tidak mengalirnya air bersih kerumah rumah warga adalah rendahnya bron dari bukit yang dilewati. (aan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

fourteen + 2 =