Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Indonesia-Australia Bermitra Garap Pasar Timur Tengah dan China

54

RICHARD  Colbeck, Minister for Tourism and International Education and Minister Assisting the Minister for Trade and Investment Australia, menyambut baik tawaran kerjasama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI untuk pengembangan paket wisata kedua negara.

“Kami tertarik dengan gagasan satu paket dua destinasi Indonesia-Australia,” ujar Colbeck, usai pertemuan di Qantas Chairmans Lounge, Bandara Kingsford Smith, Sydney, Australia.

Kemenpar baru saja menandatangani kerjasama dengan Emirates Airlines, yang akan membuka rute penerbangan ke Lombok dan Surabaya, serta menambah jadwal penerbangan ke Bali. Saat ini Emirates terbang ke Jakarta 14 kali sepekan, dan ke Bali enam kali sepekan, dengan 80 persen kursi terisi.

“Jika Australia tidak keberatan, kami akan paketkan paket dari Timur Tengah ke Bali dan Lombok, atau Jakarta dan Surabaya, dan langsung terbang ke kota-kota di Australia; Sydney, Perth, Melbourne, Darwin, Adelaide, dan lainnya,” kata Menpar Arief Yahya.

Colbeck mengatakan; “Kami ingin, tapi kami masih harus membicarakannya usulan ini.” Satu usulan yang direspon positif Australia adalah paket single untuk Tiongkok-Indonesia-Australia.

Pasar Timur Tengah cukup besar dengan 140 juta outbond setahun. China sekitar 110 juta outbond setahun. Bedanya, Timur Tengan adalah kawasan dengan beberapa negara di dalamnya. China satu negara.

Saat ini, Indonesia baru bisa mendatangkan 1,2 juta wisman Tiongkok — atau baru satu persen dari outbond. Australia juga, menurut Colbeck, baru satu persen.

Jadi, menurut Menpar Arief Yahya sangat tidak keliru jika Indonesia dan Australia bermitra untuk bersama-sama menggarap pasar Cina dan Timur Tengah.**

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

8 − two =