Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Imlek 2017, Momen Maksimalkan Potensi Kalbar

63

PONTIANAK – Momen Imlek 2568 yang bertepatan pada 28 Januari 2017 ini dimanfaatkan bagi sejumlah pengusaha di Kalimantan Barat untuk beranjak dari kondisi ekonomi yang terpuruk di 2016 lalu.

PONTIANAK – Momen Imlek 2568 yang bertepatan pada 28 Januari 2017 ini dimanfaatkan bagi sejumlah pengusaha di Kalimantan Barat untuk beranjak dari kondisi ekonomi yang terpuruk di 2016 lalu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Barat, Acui Simanjaya mengatakan, momen Imlek dapat diibaratkan sebagai awal musim panen. Filosofi itu mesti diartikan secara riil. Indonesia khususnya di Kalimantan Barat saat ini sebenarnya sangat berpotensi mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik, mengingat berbagai potensi yang dimiliki.

Selama pemerintah bisa menjamin penegakan hukum yang baik dan menjauhkan Bangsa Indonesia dari berbagai potensi ancaman yang bisa membawa kekacauan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Terorisme misalnya, juga disintegerasi atau pertikaian sesama anak bangsa,” katanya kepada Pontianak Post melalui sambungan telepon, Senin (23/1) kemarin.

Masalah-masalah yang dapat menjadi penghalang dalam pertumbuhan ekonomi mesti dikesampingkan. Sebab investasi dan pengusaha membutuhkan kepastian.  Sesuatu yang bisa diprediksi,  jika bangsa ini penuh dengan ketidakpastian maka tidak ada pertumbuhan ekonomi.

Ia melanjutkan, Kalimantan Barat memiliki berbagai komoditas antara lain sawit, karet, lada  dan berbagai komoditas unggulan lainnya. Selain itu potensi tambang dan sumber daya alam juga sangat menjanjikan.

Di sisi lain Kalimantan Barat juga memiliki potensi membangun industri kreatif melalui pertumbuhan potensi parawisata,  banyak event yang bisa dengan cermat dirangkai menjadi kalender parawisata sepanjang tahun.

Harso Utomo Suwito, salah seorang pengusaha Tionghoa Pontianak mengatakan hal serupa. Tahun baru Imlek merupakan budaya masyarakat Tionghoa untuk menyambut pergantian musim semi. Imlek merupakan satu masa awal panen. Awal setelah musim dingin lewat. “Diibaratkan musim semi. Awal untuk tumbuhnya tunas kesempatan baru,” terangnya, Senin (23/1) kemarin.

Bagi orang Tionghoa, Tahun Ayam Api berarti tahunnya orang-orang untuk bekerja keras. Pada tahun ayam ini menuntut orang untuk bekerja keras. Manusia patut bekerja dengan cepat dan tidak menunda-nuda pekerjaan yang ada di depan mata. Tahun Ayam Api di Imlek 2568 ini menurutnya harus dipandang sebagai suatu kesempatan baik. Walaupun situasi ekonomi secara global sedang tidak baik.

Masyarakat mesti bergeraklah dan terus bekerja. Yakinkan dalam kondisi sulit ini ada kesempatan baik. “Jangan berdiam diri. Harus optimis,” ujarnya. Dalam situsai yang buruk di 2017 ini, ia optimis kondisi perekonomian di Kalbar akan berlangsung dengan baik. Akan tetapi peruntungan itu mesti dibarengi dengan semangat bekerja. Tidak bisa menunggu berkah begitu saja.

Potensi yang sudah tersedia mesti digali dan diolah untuk memberikan kontribusi bagi perekonomian Kalbar. Potensi Kalbar menurutnya ada di perkebunan, pertambangan dan perdangangan yang mestinya mendapatkan perhatian lebih untuk memperbaikin kondisi ekonomi.

Ia pun yakin perekonomian Kalbar pada 2017 ini berangsur-angsur akan kembali baik. “Intinya adalah bagaimana kita dapat bekerja mengembangkan potensi itu,” katanya.

Peran serta pemerintah juga perlu ditingkatkan. Seperti dalam hal pondasi ekonomi. Semua hal itu mseti ditata lebih baik, termasuk sumber daya manusia dan perencanan ekonomi yang lebih baik. 

Sambut Imlek

Jelang perayaan Imlek, pengurus Kelenteng Dwi Dharma Bhakti, jalan Tanjungpura, Pontianak menggelar kegiatan bersih-bersih. Kegiatan tersebut rutin dilakukan pengurus klenteng ketika menjelang Imlek. Tidak hanya pembersihan sekeliling klenteng, namun seluruh ruangan beserta isinya dibersihkan.

Jong Chon Cin, salah seorang koordinator panitia Imlek mengatakan, mereka harus selalu siaga karena pada perayaan Imlek nanti akan banyak warga etnis Tionghoa yang datang sembahyang. Sehingga tampilan Klenteng harus terlihat indah dan asri.

“Bersih-bersih ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap menjelang Imlek. Tak hanya bangunan, namun peralatan ibadah yang ada juga kita bersihkan, termasuk patung dewa dan dewi,” ungkap Jong Chon Cin, Senin (23/1).

Kegiatan bersih-bersih dilaksanakan panitia tahunan Kelenteng. Mereka berjumlah 17 orang, masing-masing anggota dibagi fungsi dalam penugasannya.

 “Seluruh anggota tugasnya berbeda, ada yang membersihkan altar, tempat lilin dan Hiong Luh yaitu tempat dupa. Termasuk di antaranya patung dewa dan dewi. Tapi untuk yang satu ini (Patung) harus dilakukan sendiri oleh ketua, karena klenteng sudah memberikan kepercayaan maka harus dia yang membersihkan, tidak boleh orang lain,” tuturnya.

Tak hanya melaksanakan  bersih-bersih Kelenteng, pengurus juga menyusun lilin yang diberikan oleh donatur.  Jong Chon Cin mengungkapkan, pada Imlek tahun ini jumlah lilin yang ada di Kelenteng meningkat dibandingkan tahun lalu. Ukurannya pun beragam, di mana lilin 1,2 ton ada 6 pasang. Untuk lilin seberat 800 kg 4 pasang, dan berat 50 hingga 200 kg ada 35 pasang.

“Dibandingkan tahun lalu penambahan 7 pasang untuk ukuran yang kecil. Semua ini sumbangan dari masyarakat. Lilin mulai datang seminggu lalu, dan saat ini turut disusun yang rapi mulai dari urutan lilin besar hingga lilin yang kecil. Makna lilin sendiri secara pribadi merupakan sarana untuk mendoakan keluarga, usaha sukses, dan masyarakat sejahtera dan aman. 

Sedangkan dalam jumlahnya, donatur harus memberikan berpasangan, karena maknanya adalah keseimbangan. Jadi ada maknanya, dan pada malam Imlek akan kita nyalakan semua,” pungkasnya. (mif/yto)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

five − 3 =