Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Demokrat diantara pertarungan Rezim dan Oposisi.

Demokrat ( Andi Arief ) menuding politik transaksional Prabowo

433

Terdepan.Co. Tudingan Andi Arief mengawali drama Pilpres 2019, Andi Arief secara sepihak menuduh Prabowo menerima mahar 500 Milyar dari Sandiaga Uno untuk menjadikannnya Cawapres Prabowo.

Andi Arief, Tokoh Partai Demokrat

Dilansir detik.com, “Bener (soal mahar politik Sandiaga Uno). Saya dengan sadar dan bisa dicek dalam karier politik saya, tidak pernah bohong dan data saya selalu tepat. Tapi kita nunggu perkengan besok karena Pak Prabowo akan hadir,” ujar Andi di kediaman Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018) dini hari. Andi menganggap telah terjadi politik transaksional di koalisi prabowo, hal ini tentu mengejutkan banyak pihak, Isu ini jelas menghentakkan oposisi dalam mengawali kompetisi pilpres. Koalisi Jokowi sangat diuntungkan dengan kondisi ini. Blunder yang dilakukan oleh Andi Arief menunjukkan tanda tanya besar. Dimana kah posisi Partai Demokrat sebenarnya? Selama ini kita paham perang idiologi antar Partai – partai besar di Indonesia menjadi sorotan penting semenjak Reformasi 98. Koalisi  Gemuk Jokowi yang banyak diisi golongan Sekuler Liberalis berusaha mendekat ke Ulama untuk menjaga Suara Umat Islam yang menjadi Mayoritas, hal ini ditunjukkan dengan pencitraan yang terus dilakukan Jokowi lewat kegiatan-kegiatan di Istana.

Partai Demokrat yang notabene partai yang dekat dengan idiologi Liberal ini menjadi Sorotan ketika mereka memutuskan untuk merapat ke Gerindra namun tidak mau bergabung degan Koalisi Persaudaraan Alumni 212 dan menolak dikomando Rizieq Shihab jika nantinya berkoalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019. Demokrat juga tak menginginkan nama Koalisi Keumatan yang sebelumnya diprakarsai oleh PA 212 (Sumber: cnnindonesia.com).

Hal ini cukup menjelaskan Demokrat masih merasa memiliki kekuatan di lingkungan Perpolitikan Indonesia. Namun Posisi Demokrat saat ini susah untuk diprediksi karna mengajak kawan atau menjadi lawan adalah dua kondisi yang sulit bagi Koalisi Jokowi dan Oposisi. PDI Perjuangan dan Koalisinya memtuskan untuk menunggu komunikasi transaksional politik dengan Demokrat. Sedangkan Gerindra sudah terlanjur berkoalisi dan menerima kondisi dimana Partai Demokrat mengambil tindakan secara sepihak, tanpa memikirkan Anggota koalisi yang lain. Hal jelas merugikan Oposisi dalam melakukan tindakan kedepan.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

3 × three =