Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Datangi Pengusaha Door to Door

11

JAKARTA – Presiden Joko Widodo kemarin (26/4) membuka rapat koordinasi (rakor) teknis Sensus Ekonomi 2016. Sensus ekonomi akan berlangsung sepanjang Mei. Lewat sensus tersebut, diharapkan tersaji data kondisi perekonomian Indonesia secara riil hingga ke tingkat terbawah. Sensus ekonomi bakal melibatkan 340 ribu surveyor yang tersebar di 81.789 desa.

Jokowi meminta semua pemilik usaha, baik yang besar, sedang, kecil, maupun mikro, untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya kepada petugas sensus. ’’Ini tidak ada urusannya dengan pajak. Tidak usah takut,’’ ucapnya kemarin.

Sensus kali ini dipandang penting oleh pemerintah karena diyakini mampu menunjukkan seberapa kompetitif para pelaku usaha di Indonesia. Kondisi pengusaha kecil dan mikro juga akan tampak. Dengan demikian, pemerintah bisa mengambil kebijakan yang lebih pas untuk mendorong tumbuhnya ekonomi.

Sementara itu, Kepala BPS Suryamin menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan surveyor dan instrumen yang bakal digunakan untuk memotret profil usaha. ’’Petugasnya kami latih 3–4 hari, bagaimana mewawancara yang baik, menjelaskan pertanyaan yang diajukan, menggali informasi,’’ terangnya.

Poin yang lebih penting, kata dia, adalah kerja sama dari responden. Pihaknya sudah menyiapkan segala sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan. Responden tinggal memberikan keterangan sesuai dengan kondisi apa adanya.

Suryamin menambahkan, sensus ekonomi kali ini menelan anggaran Rp 2,39 triliun. Dana itu menurun hampir Rp 1 triliun dari pengajuan awal pada 2014, yakni Rp 3,4 triliun.

Sementara itu, Suminar Kristiani, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Pontianak saat ditemui di Kantor BPS Kota Pontianak, Selasa (26/4) mengatakan bahwa dengan adanya Sensus Ekonomi 2016, maka dapat diketahui level dan struktur usaha ekonomi di Indonesia, lapangan pekerjaan yang ada, dan informasi skala usaha.

“Khusus untuk Kota Pontianak pencacahan dilakukan dengan porsi 100 persen secara door to door mencakup seluruh usaha ekonomi, dengan mendatangi seluruh bangunan, baik bangunan rumah tangga, usaha campuran maupun bangunan bukan tempat tinggal,” jelasnya.

Hasil yang diperoleh selama pendataan perusahaan pada tanggal 1 hingga 31 Mei mendatang adalah untuk mengetahui potensi atau level ekonomi menurut wilayah, jenis, dan pelaku usaha. Selain itu, hasil pendataan juga akan berguna untuk pemetaan daya saing bisnis menurut wilayah, serta untuk mengetahui tinjauan prospek bisnis dan perencanaan investasi di Indonesia.

Sensus ini juga akan mengumpulkan informasi mengenai jumlah tenaga kerja yang dimiliki oleh pengusaha, memberikan gambaran mengenai distribusi gender tenaga kerja, serta memberikan informasi tentang pemasaran produk yang dihasilkan oleh para pengusaha. Dengan demikian, sensus juga dapat memberikan gambaran mengenai pangsa pasar usaha yang berguna untuk pengembangan usaha.

Hal yang perlu diketahui masyarakat atau pengusaha dalam menghadapi Sensus Ekonomi 2016 ini adalah responden atau pengusaha yang didatangi petugas tidak dipungut biaya (gratis). Selain itu, sensus ekonomi ini juga tidak ada kaitannya dengan pajak dan para pengusaha yang akan didatangi oleh  petugas nanti tidak perlu khawatir untuk memberikan informasi usahanya karena kerahasiaan data responden dilindungi oleh Undang Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik.

Di sisi lain, untuk tanda pengenal, petugas Sensus Ekonomi 2016 yang akan bertugas pada 1 hingga 31 Mei mendatang akan menggunakan rompi berwarna oranye dengan emblem SE2016. Petugas juga akan menggunakan tanda pengenal dan di lengkapi surat tugas

Ia berharap ketika menghadapi Sensus Ekonomi 2016 ini para pelaku usaha atau para pimpinan perusahaan dapat menerima petugas yang sedang melakukan sensus. Pelaku usaha juga dimohon untuk memberikan informasi yang diperlukan petugas dengan sebenar benarnya. (byu/c5/agm/dz)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

nineteen − 18 =