Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Dari Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Islah

8

Selama pemerintahannya yang hampir mencapai dua periode, Sutarmidji mengklaim sudah sekitar 80 lebih masjid, berhasil dibangun di seluruh kota ini. Kesemuanya pun berjalan lancar, berhasil selesai rata-rata dalam waktu satu tahun. “Hampir tidak ada yang terbengkalai, paling hanya satu dua saja,” ungkapnya.   Padahal menurutnya bantuan dari pemerintah tidak begitu besar, hanya cukup sebagai modal awal saja. “Kami bantu minimal bisa sebagai modal awal, karena memang membangun rumah ibadah tidak hanya masjid saja, semua harus dibantu dan anggarannya terbatas,” ucapnya.

Sudah 80-an Masjid Berhasil Dibangun di Era Sutarmidji

Wali Kota Pontianak Sutarmidji berpesan kepada panitia pembangunan atau renovasi masjid di Kota Pontianak agar tidak takut memulai. Hal ini diungkapkannya saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Islah di Komplek Cendana Permai 1, Kelurahan Saigon, Pontianak Timur, Minggu (12/3) pagi. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Selama pemerintahannya yang hampir mencapai dua periode, Sutarmidji mengklaim sudah sekitar 80 lebih masjid, berhasil dibangun di seluruh kota ini. Kesemuanya pun berjalan lancar, berhasil selesai rata-rata dalam waktu satu tahun. “Hampir tidak ada yang terbengkalai, paling hanya satu dua saja,” ungkapnya.   Padahal menurutnya bantuan dari pemerintah tidak begitu besar, hanya cukup sebagai modal awal saja. “Kami bantu minimal bisa sebagai modal awal, karena memang membangun rumah ibadah tidak hanya masjid saja, semua harus dibantu dan anggarannya terbatas,” ucapnya.

Lantas bagaimana agar pembangunan tersebut bisa cepat terealisasi, intinya adalah jangan takut untuk memulai. “Jangan menunggu dana atau bahan-bahan lengkap, jika tidak dimulai tidak akan bisa. Pengurus juga harus aktif, membangun yang menurut orang tak mungkin, tapi akhirnya bisa, saya senang seperti itu,” tambahnya. 

Ia mencontohkan ada masjid yang dimulai pembangunanya hanya dengan modal  Rp16 juta, tapi bisa selesai dengan total mencapai Rp1 miliar lebih. Selesai dalam satu tahun. Karena hampir tidak ada orang yang tidak menyumbang untuk pembangunan rumah ibadah. Kemudian sama halnya dengan Masjid Baiturrahman di Jalan Parit H Husein II dan Masjid Ikhwanul Mukminin di Jalan Paralel Sungai Raya Dalam yang juga bisa cepat selesai.  “Jadi jika mau bangun rumah ibadah jangan khawatir, karena pasti ada saja Allah SWT memberikan jalan kepada pengurus, asal serius, transparan dan bertanggung jawab. Jika ada 1.000 orang yang kita temui saya rasa 90 persen pasti menyumbang walaupuan kecil,” ujarnya. 

Wali kota dua periode ini mengatakan, tahun ini juga akan mulai pembangunan Masjid Nurul Hamid, Pontianak. Dana yang terkumpul sudah sekitar Rp700-an juta. Tapi untuk keseluruhan butuh anggaran hampir Rp4 miliar. “Lalu Al-Falah yang belum mulai dari tiga tahun lalu, awal April nanti akan mulai. Saya harap sebelum saya mengakhiri masa jabatan ini sudah bisa selesai semua,” pungkasnya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Islah, Sujarno (46) mengungkapkan, masjid tersebut secara historis pertama dibangun pada 2006, dengan luas delapan kali delapan meter. “Tahun 2007 dilebarkan, walau diperluas masih terasa padat dan sempit. Terutama saat salat Jumat, atau salat di hari besar lainnnya,” terangnya.

Masjid ini sampai sekarang hanya bisa menampung sekitar 250-an jemaah saja. Ditambah dari empat penjuru bangunan sudah ada yang retak. Dengan memperhatikan itu, sudah selayaknya masjid ini direhab menjadi dua lantai. Harapannya nanti bisa menampung sekitar 500 sampai 800 jemaah. 

Mengenai keuangan, sampai saat ini dana terkumpul sebesar Rp181 jutaan dan ada bantuan 22 sak semen. Semua itu diperoleh baru sebatas dari warga Komplek Cendana Permai saja. “Untuk biaya yang dibutuhkan mencapai Rp2 miliar lebih. Dengan kekurangan dana ini kami mohon, berbagai pihak bisa ikut berpartisipasi,” harapnya.**  

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

nineteen + eight =