Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Cegah Penyebaran, 500 Anjing Diberi Vaksin

51

           PONTIANAK- Kurang lebih sebanyak 500 ekor anjing di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya mendapatkan injeksi Vaksin Rabies sebagai antisipasi perluasan wabah rabies. Hal ini dilakukan menyusul setelah adanya seorang warga desa tersebut diserang dan digigit anjing.

            Drh. Yudha Dwi Harsanto, petugas kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya mengatakan, sekitar pukul 08.00 tanggal 14 juni 2017, ia mendapatkan laporan dari puskesmas Desa Lingga, dimana ada seorang warga Rt20/Rw14 Dusun Lingga Timur, digigit anjing milik tetangganya pada dini hari ketika hendak ke ladang.

            Korban segera menuju puskesmas untuk memeriksakan diri dan telah diberikan injeksi Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk mencegah indikasi penularan rabies.

            “Setelah mendapatkan laporan tersebut, saya bergegas menuju ke lokasi dan menemui korban. Anjing yang menggigit korban telah dipotong oleh pemiliknya karena dianggap telah mencelakai warga dan dagingnya-pun telah dimasak, sehingga saya hanya mendapatkan sisanya yaitu bagian kepala yang tidak diolah” jelas Yudha.

            Selanjutnya, ia pun membawa kepala anjing sebagai sample untuk dilakukan uji laboratorium di laboratorium Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi Kalimantan Barat. Dari hasil uji laboratorium itu, kata Yudha, dinyatakan positif rabies.

            Setelah memperoleh informasi tersebut, maka kegiatan sosialisasi dan vaksinasi dianggap mendesak untuk dilakukan.

            “Senin (19/6) kami bersama dinas propinsi telah melakukan sosialisasi di Desa Lingga, agar masyarakat lebih waspada terhadap bahaya rabies dan menjelaskan upaya pencegahannya” timpal Abdul Hadi, Kepala Bidang Peternakan – Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya.

            Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Kalimantan Barat Drh. Nur Hidayatullah berinisiatif mengajak anggotanya untuk membantu petugas kesehatan Hewan Kubu Raya untuk melakukan vaksinasi massal terhadap hewan khususnya anjing di wilayah Desa Lingga selama dua hari dengan target vaksinasi sejumlah 500 ekor.

            Setidaknya 11 orang dokter hewan anggota PDHI Kalbar terlibat sebagai vaksinator rabies di Desa Lingga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, meskipun ada beberapa kolega dokter hewan yang bukan berasal dari pemerintahan namun ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengabdian ini.

            Apalagi warga Desa Lingga cukup banyak yang memelihara anjing bahkan satu rumah bisa memiliki 20 ekor anjing, sehingga banyak dokter hewan harus terlibat.

            Senada dengan Nur Hidayatullah, kepala Dusun Lingga Barat Iwan Kurniawan menyebutkan setidaknya 60% warga Desa Lingga memelihara anjing.

            “Tujuan utama warga memelihara anjing adalah untuk keamanan rumah, sebagai teman pemiliknya, namun ada juga yang sengaja memelihara untuk dijual dagingnya sebagai bahan kuliner di daerah kota Pontianak dengan harga beli 20 ribu per kilo,” katanya.

          Drh. Dwi Suprapti anggota PDHI Kalbar yang ikut terlibat dalam vaksinasi ini memberikan sosialisasi tindakan awal jikalau diserang dan digigit anjing, untuk menghambat masuknya virus rabies sebelum dibawa ke tenaga medis.

            Tindakan awal itu, diantaranya memberikan sayatan/memperlebar luka menggunakan alat yang steril tujuannya membuang air liur yang menempel pada luka gigitan serta darah keluar dan mendorong atau menghambat masuknya virus.

            Kemudian cuci bersih luka menggunakan detergen (Sabun cuci) lalu bilas dengan air mengalir selama 10 – 15 menit kemudian berikan antiseptik.

            Setelah itu, segera menuju rumah sakit atau dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.(arf)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

19 + twenty =