Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Cara Sederhana untuk Bahagia

Cara Sederhana untuk Bahagia

366

Lingkungan menjadi isu penting di seluruh dunia. Berbagai efek pencemaran lingkungan mulai terasa, sementara penduduk bumi kian bertambah, lahan-lahan hijau mulai bergeser menjadi bangunan-bangunan mewah. Jika semua orang mengabaikannya,  dampaknya kian parah. Ini pula yang menggetuk hati para relawan lingkungan. Berbagai cara pun dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Tak perlu gerakan yang besar, cukup memulainya dari langkah kecil.

Relawan Peduli Lingkungan

Sadar isu lingkungan tak hanya menjadi tugas pemerintah, Beny Than Heri, S. Hut pun tergerak untuk melakukan berbagai aksi peduli lingkungan.  Bekerja sama dengan banyak pihak, ia pun melakukan banyak kegiatan, mulai dari menanam pohon, membersihkan parit dan Sungai, mengecat pagar kuburan, hingga aksi lainnya. 

Oleh : Marsita Riandini

Lingkungan menjadi isu penting di seluruh dunia. Berbagai efek pencemaran lingkungan mulai terasa, sementara penduduk bumi kian bertambah, lahan-lahan hijau mulai bergeser menjadi bangunan-bangunan mewah. Jika semua orang mengabaikannya,  dampaknya kian parah. Ini pula yang menggetuk hati para relawan lingkungan. Berbagai cara pun dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Tak perlu gerakan yang besar, cukup memulainya dari langkah kecil.

Hal ini pula yang dilakukan oleh Beny Than Heri bersama kawan-kawannya di gerakan peduli lingkungan. Baik itu secara personal maupun lintas komunitas dengan melibatkan warga setempat. Pria  kelahiran Anjungan ini 32 tahun silam ini termasuk relawan yang cukup aktif mengampanyekan peduli lingkungan. Baginya harus ada kesadaran dari setiap orang untuk peduli terhadap lingkungannya.

Tak hanya menanam pohon, Beny juga aktif dalam kegiatan lainnya, seperti membersihkan sampah-sampah di parit dan sungai, mengecat pagar kuburan, hingga berbagai aksi sosial lainnya.

Saat For  Her menemuinya, Beny bersama teman-temannya sedang mengecat pagar kuburan yang ada di kawasan Gang Bansir II Pontianak. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat setempat.  Usai dari sana, ia mengajak kami melihat lahan Bibit Bahagia yang dikelolanya. Awalnya hanya iseng saja. Lahan tersebut ini milik Untan, kemudian diberdayakan untuk menyimpan bibit-bibit pohon yang ditemukannya.

“Kenapa diberi nama bibit bahagia? Semoga kehadiran bibit ini bisa membahagiakan orang-orang di sekitarnya,” papar alumni Universitas Tanjungpura ini.

Sebagai seorang relawan lingkungan, ada banyak manfaat yang Beny rasakan, meskipun harus mengeluarkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan biaya untuk kegiatan-kegiatan tersebut.

Beny sangat menyenangi keindahan.  Baginya untuk menikmati keindahan itu terkadang harus berani kotor dalam proses menciptakan keindahan itu. Itu sebabnya dia tidak pernah masalah terjun dalam kegiatan yang membuat dia harus menggali parit, memungut sampah untuk mengubah sesuatu yang tadinya berlubang, kotor, dan semak, menjadi lebih baik bahkan menjadi lebih indah di pandang.

“Sebenarnya sebagai manusia, kita harus peduli terhadap manusia lain juga terhadap lingkungannya. Apalagi saat ini masalah sosial cukup banyak, kalau kita tidak mau berperan lantas siapa lagi? “ tanyanya.

Kepeduliannya terhadap isu lingkungan sudah dimulai sejak ia masih berstatus sebagai mahasiswa. Bahkan ia bersama teman-temannya pernah membentuk komunitas Hijau Bersih yang kini komunitas itu telah menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa.

Ada belasan komunitas yang diikutinya saat ini. “Tetapi yang saya ikut terlibat dalam pembentukannya ada lima, seperti Komunitas Darah Segar, Sedekah Khatulistiwa, Oksigen Khatulistiwa, Gerakan Senyum Kapuas, dan Komunitas Hijau Bersih, Organik Pontianak, dan BosBaik,” terangnya.

Beny melihat dari hari ke hari, semakin banyak komunitas yang peduli terhadap daerahnya.  Bahkan berbagai bidang ada komunitasnnya. Ia dan kawan-kawannya pun berinisiatif membentuk wadah komunikasi yang mereka beri nama Forum Relawan Bahagia melalui akun Whatsapp.

“Relawan Bahagia ini bukan komunitas melainkan forum komunikasi yang melibatkan banyak komunitas dan personal,” jelasnya.

Beni menilai selama ini banyak komunitas yang bergerak sendiri, padahal semuanya saling terkait. “Nah, bagaimana kita bisa menyatukan orang-orang peduli baik yang tidak ikut komunitas maupun yang personal. Sehingga bisa berjejaring untuk berbagi inspirasi, saling peduli dan manjalin silaturahim,” ulas dia.

Kenapa dinamakan Relawan Bahagia? Menurut Beny, kata bahagia memiliki makna tersendiri. Ba akronim dari banyak aksi. Hendaknya ketika melakukan sesuatu untuk banyak orang hendaknya bahagia. Sebab dalam berbuat sesuatu untuk masyarakat itu banyak tantangannya. “Jadi lakukan aksi dengan bahagia, bukannya stress malah tidak bermanfaat buat diri sendiri,” terangnya.

Ha kependekan dari harapan. Tentu saja ada banyak harapan di dalamnya kegiatan ini. G untuk giat. Jadi orang melakukannya dengan giat dan rajin untuk manfaat bersama. Terus melakukan secara berkelanjutan dengan I yaitu ikhlas. Sementara A terakhir adalah amanah.

“Kenapa relawan juga harus amanah, sebab ada beberapa kegiatan yang melibatkan donasi masyarakat, seperti bedah rumah,” papar dia.

Dia melihat kepedulian terhadap lingkungan di Kota Pontianak terus berkembang. Itu artinya semakin banyak orang-orang yang kreatif membangun kotanya baik itu yang bersifat personal maupun yang berbasis komunitas.

Ia menambahkan membangun kota juga harus membangun kolaborasi yang baik. Sebab perubahan kota itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan kerjasama dengan banyak pihak agar hasilnya maksimal.

“Seperti kegiatan relawan lingkungan saat ini sudah banyak bekerjasama dengan komunitas, personal, dan pemerintah. Baik itu tingkat kecamatan, kelurahan, maupun Dinas Kebersihan dan Pertamanan,” pungkasnya. **

Sumber : pontianakpost

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

15 − 4 =