Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Cap Go Meh Terbesar di Indonesia berhasil pecahkan 4 Rekor

Singkawang Bukukan Empat Rekor

1,042

Perhelatan Cap Go Meh 2018 berlangsung meriah dan mengukir sejarah.

Empat Rekor MURI dibukukan yakni lampion terbanyak, tatung terbanyak, gerbang Cap Go Meh terbesar hingga pembuatan naga terbanyak.

TATUNG: Seorang tatung mengikuti arak-arakan Cap Go Meh di Singkawang, Jumat (2/3). Lebih dari 1000 tatung beraksi dalam perhelatan CGM 2018 yang merupakan terbesar di Indonesia. SHANDO SAFELA

Selain itu, Cap Go Meh tahun ini juga dihadiri sekaligus dua menteri kabinet Presiden Jokowi. Keduanya adalah Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifudin dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nachrowi. Hal itu membuat Cap Go Meh tahun ini sangat bergengsi jika dibandingkan tahun lalu.

Dari sisi lain, penampilan peserta Cap Go Meh juga lebih bervariasi dan baru. Seperti tampilnya tatung wanita gaya khas India, rombongan tatung dari Malaysia serta pemain naga pink yang dilakoni para wanita.

Keistimewaan tersebut membuat Cap Go Meh Kota Singkawang semakin mendunia. Tak sekadar didatangi para turis dan duta besar negara tetangga, event ini juga diliput wartawan dan fotografer tingkat nasional maupun mancanegara.

Menteri Agama mewakili Presiden RI pun menyampaikan apresiasi tinggi atas perayan Cap Go Meh tahun ini di Kota Singkawang.

“Kita mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemkot Singkawang dan panitia. Semoga ke depan lebih meningkat kualitas penyelenggaraan, kesejahteraan, dan pembangunan peradaban bersama, ” ungkapnya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kalbar, Kartius yang ikut hadir memandang perhelatan Cap Go Meh Singkawang luar biasa. Event tahunan ini menurutnya sudah menjadi agenda tetap pariwisata, baik tingkat Provinsi Kalbar maupun nasional.

“Apalagi tahun ini hadir dua menteri. Menjadikan agenda ini terasa spesial. Cap Go Meh Singkawang semakin menasional bahkan mendunia. Ini merupakan keuntungan bagi kita warga Kalbar” katanya.

Kartius juga menyebutkan, Cap Go Meh merupakan momentum untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan, sehingga hal ini perlu didukung semua lapisan masyarakat. Dari kacamata ekonomi, Cap Go Meh juga dinilai positif, baik bagi masyarakat Kota Singkawang maupun daerah lainnya.

“Hotel kita di Kalbar penuh, kuliner hingga souvernir laku, angkutan jasa transportasi hingga traveling banyak permintaan. Bahkan menurut catatan para pakar tahun 2015, 2016, 2017, sumbangan devisa dari sektor pariwisata terus meningkat,” paparnya.

Karena itu, ke depan, ia meminta agar perayaan Cap Go Meh terus ditingkatkan dari berbagai sisi sehingga menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, tamu yang datang dari luar Kota Singkawang pun kagum atas pelaksaan Cap Go Meh. Salah satunya adalah istri dari seorang konglomerat media, Anita Ratnasari Chairul Tanjung yang datang dari Jakarta. “Ini luar biasa, ” ujarnya. Perempuan yang aktif di pelbagai bidang sosial dan budaya ini mengaku sangat mencintai hal-hal terkait budaya luhur bangsa.

“Seperti ini. Cap Go Meh merupakan salah satu upaya melestarikan budaya, ” jelasnya. Bahkan, ia pun tengah mempersiapkan penulisan buku terkait budaya yang salah satu isinya mengisahkan Kota Singkawang.

“Tidak perlu kita jauh jauh ke luar negeri. Di Indonesia ini banyak sekali budaya budaya kita yang bisa dinikmati, dilestarikan, salah satunya Cap Go Meh kota Singkawang, ” katanya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie berterima kasih atas kerjasama semua pihak yang ikut menyukseskan rangkaian kegiatan Imlek dan Cap Go Meh. Dukungan masyarakat, panitia Imlek dan Cap Go Meh, TNI/Polri, ormas keagamaan, ormas pemuda dan lainnya dinilai telah membuat kegiatan Imlek dan Cap Go Meh berjalan sesuai harapan.

“Terima kasih atas kerjasamanya. Tanpa kerjasama, persatuan dan kesatuan, ini tidak bisa terjadi. Semua hebat. Singkawang Hebat,” ujarnya usai kegiatan.

Bahkan Wakil Wali Kota Singkawang. Irwan menyebut perhelatan Cap Go Meh tahun ini yang terbesar di Kalbar. “Festival Imlek dan Cap Go Meh tahun ini spektakuler dan terbesar di Kalbar. Bukan hanya Ibu Wali Kota dan saya yang bangga tetapi juga masyarakat Singkawang dan Kalbar, ” katanya.

Ke depan, kegiatan rangkaian Imlek dan Cap Go Meh ini diharapkan dapat ditingkatkan secara kualitas maupun kuantitas sehingga Singkawang menjadi kota tujuan wisata, baik lokal, nasional maupun mancanegara. “Ini harus kita jaga dan pertahankan karena hal ini merupakan aset berharga kota Singkawang, ” sebutnya.

Oleh sebab itu, pinta dia, masyarakat Singkawang diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang baik, ramah, murah senyum sehingga meninggalkan kesan yang baik kepada wisatawan maupun tamu yang datang.

Secara umum, kegiatan yang dibuka oleh Menteri Agama RI ini berjalan tertib. Acara seremoni diawali dengan nyanyian Indonesia Raya, penyampaian sambutan mulai Menag, perwakilan Pejabat Provinsi Kalbar hingga Wali Kota Singkawang. Parade tatung sudah berjalan sejak pukul 07.00 dan istirahat menjelang salat Jumat, kemudian dilanjutkan kembali usai salat Jumat. Kemeriahan pelaksaan Cap Go Meh di singkawang menjadi kemeriahan terbesar di Indonesia.(har)

Sumber : Pontianakpost

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

eleven + six =