Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Berkhidmat dalam Apel Nusantara Bersatu

13

PUTUSSIBAU – Jika sebelumnya telah digelar Apel Besar Kebhenikaan Cinta Damai di halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu yang melibatkan ribuan peserta, maka kemarin (30/11), di tempat yang sama, digelar Apel Nusantara Bersatu yang dilaksanakan serentak nasional. Ratusan peserta dari lintas agama dan etnis, pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), ormas, TNI, serta Polri berbaur menjadi satu dalam bingkai NKRI.

PUTUSSIBAU – Jika sebelumnya telah digelar Apel Besar Kebhenikaan Cinta Damai di halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu yang melibatkan ribuan peserta, maka kemarin (30/11), di tempat yang sama, digelar Apel Nusantara Bersatu yang dilaksanakan serentak nasional. Ratusan peserta dari lintas agama dan etnis, pelajar, mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), ormas, TNI, serta Polri berbaur menjadi satu dalam bingkai NKRI.

Apel Nusantara Bersatu tidak hanya dilaksanakan di ibukota kabupaten, tapi juga diselenggara di kecamatan. Seperti di Kecamatan Batang Lupar dan Kecamatan Seberuang. Apel itu dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan seluruh lapisan masyarakat.

Di Kota Putussibau sendiri, ratusan pelajar, ASN, tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat, tokoh adat, ormas, hingga mahasiswa PDD Polnep Putussibau ikut berbaur. Masing-masing etnis mengenakan pakaian adat dan semua peserta upacara memakai ikat kepala merah putih tanpa terkecuali. Lebih meriah lagi, usai apel langsung dimeriahkan atraksi barongsai yang dimainkan oleh anggota Batalyon Raider Khusus 644 Walet Sakti dan menari Tarian Maumere yang dikuti peserta apel. Semua peserta larut dalam kebersamaan dan kebhinekaan NKRI.

Apel kali ini juga di ikuti seluruh jajaran pimpinan Forkopimda Kapuas Hulu, Wakil Bupati, Sekda, dan para pimpinan SKPD di lingkungan Pemda Kapuas Hulu. Bupati Kapuas Hulu AM Nasir dalam amanahnya menegaskan pentingnya Apel Nusantara Bersatu ini. Tujuannya, kata Bupati, untuk mengingatkan masyarakat serta memupuk kesadaran nasionalisme, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, yang sudah sangat baik.

“Hari ini (kemarin, Red) semua peserta apel memakai atribut merah putih, ikat kepala merah putih ini menunjukan semangat nasionalisme dalam bingkai NKRI. Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika itu harga mati,” tegas Nasir. Dengan kebhinekaan dan multi etnis, sambung Bupati lagi, bukan berarti masyarakatnya harus terpisah. Perbedaan tersebut, menurut dia, mesti menjadi kekuatan pemersatu, dengan saling menghargai dan memahami.

Politisi PPP ini mengatakan, manusia diciptakan tidak sama. Dia menyarankan agar semua membiarkan perbedaan itu tumbuh mengikuti takdir dan mengikuti muaranya. “Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Pancasila sebagai ideologi perekat persatuan, meski berbeda namun tetap satu,” tegasnya.

Kepada seluruh tokoh masyarakat Kapuas Hulu, dia mengajak agar bisa menjadi bagian, untuk menyejukkan kondisi keamanan di daerah. “Jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang bisa memecah belah persatuan masyarakat lintas agama dan etnis yang ada. Hari ini (kemarin, Red) hadir semua kelompok Ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama,” papar Nasir.

Kapuas Hulu, kata dia lagi, selalu aman, tertib, dan kondusif, tanpa ada masalah. Namun, dia menambahkan, apel ini tetap harus dilaksanakan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah-belah.

Pada kesempatan yang sama, komandan Kodim (Dandim) 1206/Putussibau Letkol Inf M Ibnu Subroto, mengatakan, apel upacara Indonesia Bersatu tersebut diselenggarakan diseluruh Indonesia. Kegiatan tersebut, menurut dia, bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan persatuan seluruh elemen masyarakat seluruh Indonesia, khususnya Kabupaten Kapuas Hulu. “Semua elemen kami undang untuk mengikuti apel ini,” tutur dia.

Menanggapi ketidakhadiran satu anggota dan pimpinan DPRD Kapuas Hulu pada kegiatan tersebut, Dandim bisa memaklumi. Dia beranggapan jika anggota legislatif yang bersangkutan sedang mengikuti kegiatan yang lebih penting. “Yang jelas undangan sudah kami sampaikan,” katanya.

Dia meminta agar ketidakhadiran anggota dan pimpinan DPRD tersebut ditafsirkan tak mendukung kegiatan yang dilakukan oleh mereka.

Sementara itu, ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kapuas Hulu, Zainudin, mengatakan jika dirinya mengapresiasi atas respons seluruh elemen lintas agama dan etnis yang ada di Kapuas Hulu, dalam mengikuti apel Nusantara Bersatu. “Dengan adanya kegiatan seperti ini, bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Kapuas Hulu terlihat kompak, bisa menjaga kerukunan antaretnis,” paparnya.

Sesuai tugas dan fungsi FKUB, kata Zainudin lagi, mereka selalu membina kerukunan antarumat beragama di Kapuas Hulu. Ke depan, mereka berjanji akan terus melakukan kegiatan, dengan selalu mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerukunan, terutama melibatkan kalangan pelajar. “Kami rutin turun kelapangan melakukan tatapmuka antara tokoh lintas etnis,” kata dia. (aan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

1 × five =