Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Bangkai Kapal Dievakuasi

16

Satu Korban Belum Ditemukan.

PONTIANAK– Satu hari paskaterbaliknya kapal cumi  KM Muara Jaya GT 23, Badan SAR Nasional bersama tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu dari 13 anak buah kapal yang hingga hari ini masih menghilang. 

Humas Basarnas Pontianak Untung Supriadi menuturkan, hingga saat ini pencarian masih berlangsung. Menurutnya, rute pencarian berada di 3,5 mil arah luar muara. “Jika tidak ada halangan, dalam waktu dekat ini bisa ditemukan,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, pihak tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi bangkai kapal dan memindahkannya ke TPI (tempat pelelangan ikan). “Alhamdulillah bangkai kapal sudah dievakuasi. Sekarang berada di TPI,” katanya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan kapal penangkap cumi tersebut. 

Menurutnya, untuk  penanganan atau  penyidikan selanjutnya  koord Dit Polair Polda Kalbar, dan sampai saat ini  personel Dit Polair, Sat Polair, TNI AL dan Basarnas masih membantu melakukan pencarian terhadap korban bernama Saleh yang belum diketemukan. 

Sebelumnya, KM Muara Jaya GT 23 berbendera Indonesia dikabarkan mengalami kecelakaan di Muara Jungkat, Mempawah, Jumat (18/3) sekira pukul 08.00.  Satu dari 13 ABK dinyatakan hilang.

Komandan Lantamal XII Pontianak Brigjen TNI (Mar) M Hari yang sudah mendapatkan laporan langsung menmerintahkan tim Sar lantamal XII Pontianak untuk membantu melakukan evakuasi. 

Dua belas ABK berhasil diselamatkan. Namun satu diantaranya hingga kini masih belum diketemukan. “ABK atas nama Wawan alias Sholeh (22) asal Tegal, hingga kini belum ditemukan,” ujar Komandan Lantamal XII Pontianak Brigjen TNI (Mar) M Hari, kemarin.

Dikatakan Hari, dalam evakuasi terebut  dipimpin langsung oleh Wadan Lantamal XII Pontianak Kolonel Marinir Andi Rukman, didampingi Asops Danlantamal XII, Aspers Danlantamal XII, Dansatkamla. Selain itu juga dibantu Tim SAR gabungan yang terdiri dari Dit Polair Polda Kalbar dan KPLP Pontianak, Basarnas Kota Pontianak. “Kita juga mengerahkan unsur-unsur antara lain, KAL Sambas, Swam Boat, Sea Raider, Sekoci serta speed boat dengan personil medis, penyelam, Satkamla serta personil Lantamal XII,” paparnya.

Dijelaskan Hari, insiden yang menimpa KM Muara Jaya GT 23 ini saat berangkat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Nipah Kuning menuju ke laut. Tiba-tiba di perairan Muara Jungkat dengan posisi 0.02.916 N 109.12.718 E mengalami ketidakseimbangan dan posisi kapal miring ke kearah kanan sehingga mengakibatkan kapal terbalik. “Kapal ini sempat mendapatkan pertolongan dari tag boat Samudra Sindo 11 yang berada dekat lokasi, dengan memberikan tali dan menarik untuk membuka haluan dengan tujuan menyelamatkan ABK KM Muara Jaya,” jelasnya.

Namun, lanjut Hari, kondisi arus sungai sangat kencang sehingga mengakibatkan KM Muara Jaya tidak bisa diselamatkan. “Diperkirakan tiang kapal sudah menancap ke dasar sungai. Dan satu orang ABK yang berada dalam kapal belum ditemukan dari awal pencarian hingga saat ini,” lanjutnya. (arf)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

16 − three =