Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Anjing Tebar Teror Warga Putussibau

43

PUTUSSIBAU-Angka kasus gigitan HPR (Hewan Penular Rabies) anjing yang tercatat oleh Bidang Peternakan, pada Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu dari Januari -April 2017 sudah mencapai 50 kasus gigitan.

 

Kasus terbaru terjadi di Desa Selaup, Kecamatan Bunut Hulu, HPR anjing menggigit  Ain berumur 12 tahun, korban sudah dibawa ke Puksesmas Bunut Hulu di Nanga Suruk Kamis (13/4).

Terus berjatuhannya korban gigitan HPR anjing tersebut dibenarkan Maryatiningsih, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Jumat (14/4). Ia menyebutkan, hingga memasuki pertengahan April ini sudah ada 50-an korban. Bahkan dalam bulan April ini saja sudah ada 5 kasus gigitan HPR anjing yang tersebar disejumlah desa dan kecamatan didarah ini,” terangnya.

Untuk menindaklanjuti kejadian tersebut kata Maryati, pihaknya sudah dan akan lakukan observasi, hingga hingga 14 hari ke depan. Jika anjing yang menggigit korban mati sebelum 14 hari, terang dia, maka anjing itu indikasi terinfeksi rabies.

“Informasi yang kami terima dari kepala Puskesmas Bunut Hulu, kemarin (Kamis) korban sudah dibawa ke Puskesmas Bunut Hulu di Nanga Suruk,” ungkap dia.

Maryati mengaku, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah penanganan, yakni mengintensifkan pemberian vaksin di daerah yang diduga tertular rabies.

Sampai saat ini kata dia, jumlah vaksin yang sudah terpakai 1.090 dosis, dari 4.500 dosis. Untuk melakukan vaksin secara menyeluruh hingga ke semua daerah yang tertular, pihaknya berharap ada penambahan biaya operasional untuk petugas.

“Makanya dana tanggap darurat sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan vaksinasi tersebut. Kemarin Pemda memang sudah mengalokasikan,” ucapnya. Selain keterbatasan anggaran, tim vaksinasi dari Bidang Peternakan juga minim personil. Dalam satu tim hanya terdiri dari tiga orang petugas.

“Tanggal 18 April ini kami turun lagi ke Kecamatan Silat Hilir dan Silat Hulu,” terang Maryati. Maryati mengatakan, sesuai hasil rapat tim tanggap darurat rabies, setiap desa harus membentuk Perdes (Peraturan Desa) tentang pencegahan dan penanggulang rabies. Sampai saat ini yang sudah melaporkan pembentukan Perdes tersebut baru Desa Datah Dian, Kecamatan Putussibau Utara. Dia juga berharap kepala desa cepat tanggap, dengan kondisi di daerahnya dan segera mengambil sikap.

Dikatakan dia, dari beberapa desa dan dusun yang rawan terserang wabah rabies sudah mengambil kebijakan, seperti membuat Perdes.

“Ada beberapa desa lainnya saya dengar sudah ada yang membuat Perdes, tetapi kami belum diberitahu. Yang sudah masuk baru Datah Dian, tapi Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir katanya sudah ada dan Desa Sibau Hulu juga sudah buat,”kata dia. (aan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

thirteen − one =