Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

Aksi 1.000 Lilin Batal

46

SINGKAWANG–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang meminta umat Islam bersikap arif dalam bertindak terhadap kejadian kejadian yang dapat berbaur SARA akhir-akhir ini baik media massa maupun media sosial.

MUI Minta Umat Islam Arif Bertindak

SINGKAWANG–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Singkawang meminta umat Islam bersikap arif dalam bertindak terhadap kejadian kejadian yang dapat berbaur SARA akhir-akhir ini baik media massa maupun media sosial.

“Kita khususnya umat Islam harus bersikap arif menyikapi masalah ini,” katanya kepada koran ini.

Berbagai persoalan yang terjadi, kata dia,mengindikasikan bahwa di Kalbar dengan keadaan masyarakat yang multikultural, akan tetapi masih belum bersikap pluralis, sehingga masih berbau stereotipe, etnosentris dan primordialisme, tidak hanya di kalangan bawah, akan tetapi juga pada kalangan atas. 

“Hal ini mengidentifikasikan akan adanya kerawanan konflik bernuansa SARA, apalagi jika dijadikan alat politik pilgub. Harus segera duduk satu meja semua elemen, terutama etnis dan agama, sebelum ledakan mahal dahsyat terjadi,” katanya.

Ia tidak tidak setuju adanya pemasangan lilin, karena akan mengundang masalah baru. “Jangan bawa masalah Jakarta ke Singkawang. Dimohon umat Islam untuk arif dalam bertindak. Bukan masalah kalah dan menang, karena hasilnya akan sama-sama nol. Tapi demi kemaslahatan bersama,” katanya. 

Sementara itu, dalam postingan akun Polres Singkawang dimana sudah dilakukan koordinasi antara pihak penyelenggara panitia 1.000 lilin untuk Ahok dengan pihak Polres Singkawang. 

Hasil koordinasi tersebut menghasilkan membatalkan kegiatan tersebut dengan alasan dan pertimbangan kondisi kota Singkawang sudah kondusif. 

Sebelumnya, Kapolres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustofa mengatakan Kota Singkawang saat ini sudah aman dan kondusif kita harapkan situasi yang sudah baik ini kita jaga bersama. 

“Sebaiknya kita menahan diri dan tidak saling menyerang di media sosial bila ada yg tidak sesuai kita masih dapat menjalin komunikasi secara dewasa serta bertanggungjawab,” katanya. Apalagi, kata Kapolres, kota Singkawang sudah terkenal dengan sifat toleransi dari warganya. 

“Maka  mari kita pertahankan kebaikan ini sampai kapan pun,” ajaknya.

Ratusan nitizen pun juga menanggapi dibatalkannya kegiatan tersebut dengan beragam komentar. Ada yang mendukung langkah aparat dalam atas sikap diambil demi Singkawang yang kondusif. 

“Saya setuju 1.000 lilin dibatalkan. Karena saya tidak mau ada keributan di kota Singkawang. Karna Skw damai, tentram,” tulis Hendro Asali Lie berkomentar.

Begitu juga dituliskan M Tri Rohmadi, “Bagus memang harus begitu, Singkawang sampai saat ini sudah kondusif, jadi tidak perlu adakan kegiatan2 yang malah bersifat provokatif, bicara dukung mendukung, cukup dalam hati masing masing saja,demi Singkawang yang kita cintai, setuju?” komentarnya. 

Bahkan pihak panitia penyelanggara 1.000 lilin juga sudah mengumumkan pembubaran panitia 1.000 lilin, sehingga jika ada aksi aksi terkait 1.000 lilin tidak ada kaitan dengan panitia. Pernyataan ini diposting akun Polres Singkawang sesuai dengan pernyataan dibuat oleh ketua panitia Susi Wu. (har)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

two × five =