Take a fresh look at your lifestyle.

-Iklan-

-Iklan-

54 Napi Dapat Remisi Khusus

64

PUTUSSIBAU — Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1437 H ini, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Putussibau telah mengusulkan 54 Narapidana (Napi) untuk mendapat pengurangan masa hukuman atau remisi khusus Hari Raya Idul.

PUTUSSIBAU — Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1437 H ini, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Putussibau telah mengusulkan 54 Narapidana (Napi) untuk mendapat pengurangan masa hukuman atau remisi khusus Hari Raya Idul. Dari jumlah tersebut 1 Napi diusulkan bebas murni karena sudah memenuhi ketentuan perundangan-udangan yang berlaku terkait remisi kepada Napi.

Sementara 1 Napi mendapat remisi 2 bulan, 1 bulan 15 hari 2 orang, 1 bulan 34 orang, 15 hari 16 orang. “Sudah kami usulkan remisi untuk 54 Napi,” ungkap Kepala Rutan Kelas II B Putussibau Mulyoko. Diakatakannya, pengusulan puluhan Napi untuk mendapat remisi khusus Idul Fitri ini sejak awal Ramadhan Secara teknis pengusulan pidana umum Kanwil Kemenkum HAM Kalimantan Barat.

Dijelaskannya, untuk pengusulan remisi ini sudah sesuai ketentuan. “Pengajuan sudah kami kirim ke Kanwil Kemenkum HAM Pontianak,” jelasnya. Dia mengatakan, jik selama minimal 6 bulan dalam tahanan tidak melakukan pelanggaran. Maka napi yang bersangkutan bisa diajukan untuk dapatkan remisi. Kemudian putusan hukumannya harus lebih dari 6 bulan, sebab kalau hanya 3 bulan tak bisa.

Mulyoko menjelaskan, adapun napi yang dinyatakan bebas langsung atas nama Abdullah, dengan kasus pencurian. Pria yang baru pindah tugas dari Rutan Lampung ini pemberian remisi bukan asal-asalan atau karena unsur kedekatan oknum didalam rutan tersebut. sepanjang prilaku napi tersebut baik, maka akan diusulkan mendapat remisi. Tentu dengan dibuatkannya berkas pendukung remisi.

Berkas pendukung dimaksud adalah berupa data mulai kapan dia ditahan, kapan diputus, daftar kelaukuan baik dan surat pernyataan proses awal oleh instansi terkait harus dilengkapi. Mulyoko yang pernah menjabat Kepala Rutan Sanggau ini menambahkan. Hingga kini jumlah keseluruhan penghuni Rutan Kelas II B Putussibau ada 141 Napi orang dengan didominasi pelaku kasus pencurian.

Sementara kapasitas Rutan Putussibau hanya 150. Jadi dalam satu bulan terakhir i 140 orang keatas. “Hampir over kapasitas. Dampaknya kalau sudah over kapasitas kesehatan penghuninya tidak bagus, karena kamar standarnya diisi 7 napi, ada yang 9, 3, 5 dan Maka kalau lebih kasian,” ujar Mulyoko. Untuk pemberian remisi terhadap para Napi pidana khusus harus mengacu ke[a pada PP Nomor 99.

Yang diajukan langsung ke Dirjend Pemasyarakatan, Kemenkum dan HAM RI. Misal kasus narkoba, terorisme, ilegal loging serta kasus pidana khusus lainnya. Jika pidana umum hanya kepada Kanwil Kemenkum-HAM Kalbar. Mulyoko berharap, adanya remisi tersebut akan memotivasi napi lainnya yang belum bisa diusulkan mendapat remisi. Berprilaku baik dan tak akan mengulangi perbuatannya.

Lebih lanjut Mulyoko memastikan, bagi napi yang dinyatakan bebas langsung akan terus dipantau dan bekerjasama dalam pengawasan bersama pihak Kepolisian. “Kami akan berikan surat tertulis kepada kepolisian bahwa ada napi yang sudah bebas. Sehingga perlu diawasi gerak gerik yang bersangkutan setelah bebas dari tahanan,” kata pria yang pernah bertugas di Denpasar Bali ini.(aan)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

1 × four =